Rabu, 22 Oktober 2014

cerpen remaja




Bersama Pelangi
            Hujan belum mau berbelas kasih padaku, Tuhan belum mau meredakan hujan . atau paling tidak, Tuhan bisa menjadikan hujan menjadi gerimis. Tapi yang kuperhatikan hujan malah semakin deraas dan aku semakin kedinginan.  Apakah  Kasih sangat mengharapkan aku mengembalikan bukunya sekarang juga? Tetapi maaf Kasih, aku tak mau membasahi bukumu. Lebih baik aku menunggu waktu yang tepat supaya bukumu tetap kering dan rapi daripada harus aku kembalikan cepat-cepat tetapi bukumun basah dan tulisanmu berubah menjadi kabur. Seperti aku menunggu untuk menyatakan cinta kepadamu, daripada aku mengambil langkah cepat tapi kamu menolaknya.