Senin, 08 Desember 2014

Visi dan Misi Jurusan BSI tercinta

Visi
Pada tahun 2020 menjadi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang sehat, unggul, sejahtera, dan berwawasan konservasi budaya untuk menghasilkan lulusan dalam bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia yang berakhlak mulia, memiliki kompetensi akademik di bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia dan berdaya saing pada skala nasional dan rintisan internasional.

Sabtu, 06 Desember 2014

analisis novel Atheis



Dalam novel ‘Atheis’ karya Achdiat K. Mihardja menceritakan tentang perjalanan hidup seseorang bernama Hasan yang lahir dari sebuah keluarga yang sangat taat kepada agamanya yaitu Islam.Hasan adalah anak tunggal dari pensiunan manteri guru yang tinggal di lereng gunung Telaga Bodas ditengah-tengah pegunungan priangan yang indah bernama kampung panyeredan di wilayah Bandung yang pada waktu itu masih dalam keadaan dijajah pemerintahan Jepang.

contoh teks laporan perjalanan



Hari itu tepatnya Sabtu, 5 Januari 2014 saya melakukan perjalanan ke Pasar Bitingan.
Tujuan perjalanan itu adalah untuk mengetahui seluk beluk serta untuk mengetahui barang-barang apa saja yang dijajakan di Pasar Bitingan.
Kira-kira dari rumah saya ke Pasar Bitingan sekitar 20 km dan lamanya perjalanan ke sana sekitar 1 jam.

Rabu, 03 Desember 2014

Produksi teks rekon

Peristiwa Tabrakan
Beberapa tahun yang lalu, tepatnya waktu itu saya masih kelas enam SD,  saya dan teman-teman pergi ke pengajian yang diadakan diadakan setiap sore sekitar pukul 16.00 WIB sampai menjelang waktu berbuka puasa.

Rekonstruksi Teks Rekon



Berkemah
Akhir pekan lalu, teman-teman saya dan saya pergi berkemah. Kami mencapai area camping setelah kami berjalan selama sekitar satu setengah jam dari tempat parkir. Kami membangun kamp sebelah sungai kecil, itu dikarenakan hari semakin gelap dan dingin, jadi kami membangun sebuah kamp api. 

Pendidikan

kualitas pendidikan di Indonesia menurut saya masih sangat memprihatinkan. Ini dibuktikan bahwa Indonesia memiliki daya saing yang rendah, menurut survei dari sebuah lembaga di Indonesia hanya berpredikat sebagai follower, bukan sebagai pemimpin. 

genre teks



JENIS-JENIS WACANA ( GENRE TEKS )
1.     Wacana Naratif
Terdiri atas:
a.    Naratif
Struktur teks naratif:
1.     Orientasi
2.    Komplikasi
3.    Klimaks
4.    Resolusi
5.    Reorientasi
6.    Koda/Amanat (Boleh tersurat boleh tidak)

Deskripsi halaman depan gedug BSI FBS



Langit Nampak cerah, matahari bersinar dengan sempurna. Siang itu udara terasa panas sekali  bagaikan matahari berada diatas kepala kita, atau pintu neraka yang lupa ditutup. Ketika saya menuruni tangga dari lantai dua menuju depan gedung BSI, Halaman depan gedung bahasa dan sastra Indonesia pada siang hari Nampak sepi, karena sedang berlangsung kegiatan perkuliahan. Sangat jarang sekali mahasiswa ataupun bapk ibu dosen yang laewat.

Etnografi Pengantar Ilmu Budaya



SEDEKAH BUMI
Desa Menganti merupakan desa yang terletak di kecamatan Kedung kabupaten Jepara. Di desa Menganti sebagian besar masyarakatnya masih bersifat agraris, sebab di daerah menganti bagiaan barat merupakan daerah persawahan yang luas. Selain itu masyarakat Menganti memiliki usaha dibidang meubel yaitu pembuatan funiture-funiture yang terdapat disepanjang jalan-jalan di Menganti, baik pengusaha yang sudah maupun pengusaha yang kecil-kecilan sebab mayoritas masyarakat Menganti memang berkecimpung di dunia meubel. 

jenis-jenis majas



JENIS-JENIS MAJAS
Majas adalah gaya bahasa yang digunakan oleh penulis untuk menimbulkan efek tertentu pada pembaca.
Dalam Bahasa Indonesia terdapat empat majas, yaitu:
1.        Majas perbandingan
2.       Majas pertentangan
3.       Majas sindiran
4.       Majas penegasan

Rabu, 26 November 2014

analisis puisi anak



ANALISIS PUISI ANAK
Dilihat dari pemilihan kata atau diksi.
            Pada puisi anak, menurut saya yang paling menonjol adalah pada pemilihan kata. Penggunaan kosa kata yang masih sederhana dan mudah dipahami oleh anak, dan sesuai dengan tingkat pemahaman anak. 

Kamis, 06 November 2014

cerpen dengan tema sosial budaya



Goyangan Takdir
Ketika sang senja mulai beranjak ke peraduannya, semilir angin mulai membelai tubuhku. Dingin yang kurasakan, namun mataku tidak tetap memandang indahnya sang surya yang hampir tenggelam di pantai berpasir putih. Setelah menghilang, aku mulai beranjak dan pergi meninggalkan pantai. Kurasakan butiran pasir yang lebut di telapak kakiku yang tanpa alas. Kutinggalkan jejak langkah kaki di pasir nan lembut hingga hilang tersapu ombak dan pasirpun rata kembali. Di rumah, kurebahkan badan di tempat tidurku. Kututup mata, tertidur, terlelap, sampai kudengar bunyi ayam berkokok yang membangunkanku dari mimpi yang indah.

Rabu, 22 Oktober 2014

cerpen remaja




Bersama Pelangi
            Hujan belum mau berbelas kasih padaku, Tuhan belum mau meredakan hujan . atau paling tidak, Tuhan bisa menjadikan hujan menjadi gerimis. Tapi yang kuperhatikan hujan malah semakin deraas dan aku semakin kedinginan.  Apakah  Kasih sangat mengharapkan aku mengembalikan bukunya sekarang juga? Tetapi maaf Kasih, aku tak mau membasahi bukumu. Lebih baik aku menunggu waktu yang tepat supaya bukumu tetap kering dan rapi daripada harus aku kembalikan cepat-cepat tetapi bukumun basah dan tulisanmu berubah menjadi kabur. Seperti aku menunggu untuk menyatakan cinta kepadamu, daripada aku mengambil langkah cepat tapi kamu menolaknya.