Goyangan Takdir
Ketika sang senja mulai beranjak ke
peraduannya, semilir angin mulai membelai tubuhku. Dingin yang kurasakan, namun
mataku tidak tetap memandang indahnya sang surya yang hampir tenggelam di
pantai berpasir putih. Setelah menghilang, aku mulai beranjak dan pergi
meninggalkan pantai. Kurasakan butiran pasir yang lebut di telapak kakiku yang
tanpa alas. Kutinggalkan jejak langkah kaki di pasir nan lembut hingga hilang
tersapu ombak dan pasirpun rata kembali. Di rumah, kurebahkan badan di tempat
tidurku. Kututup mata, tertidur, terlelap, sampai kudengar bunyi ayam berkokok
yang membangunkanku dari mimpi yang indah.