ANALISIS
PUISI ANAK
Dilihat dari pemilihan kata atau diksi.
Pada
puisi anak, menurut saya yang paling menonjol adalah pada pemilihan
kata. Penggunaan kosa kata yang masih sederhana dan mudah dipahami oleh anak,
dan sesuai dengan tingkat pemahaman anak.
1. Puisi
“INDONESIAKU”
Dalam
puisi tersebut terlihat sekali bahwa cara anak menuangkan ide pikirannya melalui
rangkaian kata-kata diilhami dari pengetahuan mereka sendiri, misalnya pada
baris pertama “indonesia negara yang
makmur”. Bagaimana bisa mereka memperoleh kalimat tersebut? mereka
memperoleh dari pengetahuan mereka sendiri yang bisa didapat dari pembelajaran
dan buku pelajaran, siapa yang tidak tahu bahwa negara Indonesia adlaah negara
yang kaya dan makmut. Lalu dapat dilihat bahwa anak menggunakan semboyan negara
“Bhinneka Tunggal Ika” sebagai salah
baris dalam puisinya, mereka menggunakannya sebagai perantara ke baris
selanjutnya, semboyan tersebut juga mereka peroleh dari pelajaran IPS maupun
lainnya yang sudah mereka dapat sejak kecil, itulah mengapa pengarang memilih
diksi-diksi demikian karena kata-kata tersebut sudah tidak asing bagi mereka,
cenderung anak akan memilih kata yang masing-masing sudah mereka pahami. Lalu
pada baris-baris berikutnya, si anak memilih rangkaian kata yang masih sangat
sederhana dan sudah monoton di telinga, namun bagi anak, kata tersebut sudah
sangat menggambarkan negaranya yaitu Indonesia.
2. Puisi
“KUPU-KUPU AMAT INDAH”
Diambil
dari tema keindahan makhluk ciptaan Tuhan. Pengarang memilih judul tersebut
karena menurut mereka kupu-kupu sangat indah. Melalui panca indra, anak dapat
merangkai kata-kata dalam sebuah puisi. Mereka melihat apa yang mereka lihat
lalu dituangkan ke dalam sebuah karya sastra anak. Terlihat sekali pada setiap
barisnya anak meggunakan diksi yang dihubungkan dengan imaji penglihatan.
Contohnya “warnamu amat indah” dan “sayapmu penuh dengan warna” , mengapa
pengarang memilih diksi tersebut? dimungkinkan bahwa pengarang sangat menyukai
warna-warna, sama seperti dengan sifat anak-anak pada umumnya.
3. Puisi
“GURUKU”
Puisi
ini sebagai bentuk penghargaan dari murid kepada guru yang telah berjasa.
Pengarang sangat menghormati sosok guru sehingga dalam pemilihan kata sarat
dengan kata-kata pujian. Contoh pada larik “jasa-jasamu
itu sebagai leluhur” dan “engkau
tidak dapat kulupakan”.
4. Puisi
“PAHLAWAN”
Pengarang
memilih diksi yang tepat, terbukti dalam puisi ini, pengarang menggunakan
permainan rima seperti pada larik ke-2 sampai larik terakhir menggunakan rima
akhir a-a. Contoh: bangsa dan Negara, jiwa dan raga, pelita bangsa, Berjaya, dan
selama-lamanya.
5. Puisi
“Pak Guru”
Dalam
puisi ini, mengandung isi yang sama seperti yang diatas. Yaitu wujud
penghargaan dari seorang murid kepada Pak Guru yang telah berjasa kepada
drinya. Pengarang memilih kata-kata penghargaan seperti contoh: engkau membuatku melihat dunia, karena
engkau aku menjadi aku.
6. Puisi
“Semut”
Dalam
puisi yang berjudul semut, pengarang memberikan rasa bangganya kepada semut
yang memiliki sifat pekerja keras dan kebersamaan yang selalu terjalin diantara
mereka.
Contoh: pada larik yang berbunyi Hitam merah tak pernah gerah, menjunjung
makanan bersama-sama.
7. Puisi
“Ibu”
Dalam
puisi ini, pengarang mencurahkan isi hatinya mengenai pentingnya atau jasa
seorang ibu. Pengarang memberikan penghargaan kepada ibunya dalam bentuk
kata-kata yang indah yakni puisi. Contoh: Oh
Ibu kau segalanya bagiku, kau yang telah mendidik dan memesarkan aku,……., surge
ada di telapak kaki ibu.
8. Puisi
“Sahabat Sejatiku”
Dalam
puisi ini, pengarang mengungkapkan kedekatannya dengan sahabat yang sangat
erat, sahabat adalah sosok yang selalu ada untuk dia. Contoh yang terdapat
dalam puisi ini diantaranya terdapat pada kata-kata: aku sedih kau menghibur, kau bagai malaikat bagiku, satu pintaku
untukmu, yaitu janji selalu erat.
9. Puisi
“Mata Saya”
Dalam
puisi ini pengarang mengungkapkan rasa bangganya terhadap mata, rasa syukur
karena dengan mata ia bisa melihat dunia. Contoh: saya melihat menggunakan mata. karena mata, saya bisa melihat.
10. Puisi
“Indonesia”
Dalam
puisi ini pengarang menuangkan gagsannya yang bangga karena memiliki Negara
yang kaya. Negara yang luas dan kaya akan budayanya. Contoh: Negara yang luas dengan budaya, Indonesia
adalah Negara yang kaya,….
11. Puisi
“ Kupu-Kupu”
Dengan
panca indra anak dapat melihat dan menuangkannya dalam bentuk tulisan yang
disebut puisi karena mengalami pemadatan bahasa. Dalam puisi ini pengarang
mengungkapkan rasa keindahan yang dilihatnya terhadap binatang yang bernama
kupu-kupu. Contoh: alangkah elok warnamu.
Alangkah indah semua melihatmu. Warna kupu-kupu yang indah.
12. Puisi”
Kupu-Kupuku”
Seperti
halnya di atas, pengarang mengungkapkan keindahan yang dimiliki kupu-kupu.
Contoh: kupu-kupu yang indah. Kau amat
indah di hatiku.
13. Puisi
“Ayah Bunda Tersayang”
Dalam
puisi ini, pengarang mengungkapkan jasa ayah bunda yang telah diterimanya
selama ini. Contoh: tanpamu aku tiada disini. Dan tanpamu aku tidak ada
di dunia ini.
14. Puisi
“ Nelayan”
Pengarang
menyampaikan rasa bangganya kepada nelayan. Dengan keberaniannya nelayan
menagrungi ombak yang ganas membuat pengarang takjub dan bangga atas jasa
nelayan. Contoh: penuh keberanian. Ombak
ganas diarungi.
15. Puisi
“Gaun Baru”
Pengarang
mengekspresikan rasa senang dan rasa bangganya karena ia memiliki gaun baru
yang dibuat sendiri oleh ibunya. Contoh: lihatlah
kawan, gaun baruku. Berwarna dadu buatan ibu…………
16. Puisi
“Aku Ingin Terbang”
Dalam
puisi ini pengarang menuangkan cita-cita atau angan-angan yang ada dalam
pikirannya yaitu dia ingin terbang seperti burung dalam bentuk puisi. Hal
tersebut dapat diketahui melalui larik-larik yang terdapat Dalam puisi tersebut
seperti contoh: aku ingin pergi jauh.
Berayun seperti burung kenari. Bebas dan merdeka.
Dari
ke-16 puisi anak diatas dapat disimpulkan bahwa dalam pembuatan puisi anak
lebih banyak menggunakan pilihan kata atau diksi yang sesuai dengan apa yang
mereka lihat dan mereka rasakan, mereka menuliskan gagasan-gagasan dalam bentuk
puisi sesuai dengan apa yang mereka lihat dan mereka rasakan. Dari apa yang
mereka lihat dan mereka rasakan mereka dapat menuliskan tentang keindahan alam
dan kebanggannya terhadap orang-orang yang berjasa di sekeliling mereka.
Ungkapan rasa bangga terhadap apa yang telah mereka rasakan dan mereka lihat
dengan panca indera yang dimiliki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar