Rabu, 26 November 2014

analisis puisi anak



ANALISIS PUISI ANAK
Dilihat dari pemilihan kata atau diksi.
            Pada puisi anak, menurut saya yang paling menonjol adalah pada pemilihan kata. Penggunaan kosa kata yang masih sederhana dan mudah dipahami oleh anak, dan sesuai dengan tingkat pemahaman anak. 

1.      Puisi “INDONESIAKU”
Dalam puisi tersebut terlihat sekali bahwa cara anak menuangkan ide pikirannya melalui rangkaian kata-kata diilhami dari pengetahuan mereka sendiri, misalnya pada baris pertama “indonesia negara yang makmur”. Bagaimana bisa mereka memperoleh kalimat tersebut? mereka memperoleh dari pengetahuan mereka sendiri yang bisa didapat dari pembelajaran dan buku pelajaran, siapa yang tidak tahu bahwa negara Indonesia adlaah negara yang kaya dan makmut. Lalu dapat dilihat bahwa anak menggunakan semboyan negara “Bhinneka Tunggal Ika” sebagai salah baris dalam puisinya, mereka menggunakannya sebagai perantara ke baris selanjutnya, semboyan tersebut juga mereka peroleh dari pelajaran IPS maupun lainnya yang sudah mereka dapat sejak kecil, itulah mengapa pengarang memilih diksi-diksi demikian karena kata-kata tersebut sudah tidak asing bagi mereka, cenderung anak akan memilih kata yang masing-masing sudah mereka pahami. Lalu pada baris-baris berikutnya, si anak memilih rangkaian kata yang masih sangat sederhana dan sudah monoton di telinga, namun bagi anak, kata tersebut sudah sangat menggambarkan negaranya yaitu Indonesia.
2.      Puisi “KUPU-KUPU AMAT INDAH”
Diambil dari tema keindahan makhluk ciptaan Tuhan. Pengarang memilih judul tersebut karena menurut mereka kupu-kupu sangat indah. Melalui panca indra, anak dapat merangkai kata-kata dalam sebuah puisi. Mereka melihat apa yang mereka lihat lalu dituangkan ke dalam sebuah karya sastra anak. Terlihat sekali pada setiap barisnya anak meggunakan diksi yang dihubungkan dengan imaji penglihatan. Contohnya “warnamu amat indah” dan “sayapmu penuh dengan warna” , mengapa pengarang memilih diksi tersebut? dimungkinkan bahwa pengarang sangat menyukai warna-warna, sama seperti dengan sifat anak-anak pada umumnya.


3.      Puisi “GURUKU”
Puisi ini sebagai bentuk penghargaan dari murid kepada guru yang telah berjasa. Pengarang sangat menghormati sosok guru sehingga dalam pemilihan kata sarat dengan kata-kata pujian. Contoh pada larik “jasa-jasamu itu sebagai leluhur” dan “engkau tidak dapat kulupakan”.
4.      Puisi “PAHLAWAN”
Pengarang memilih diksi yang tepat, terbukti dalam puisi ini, pengarang menggunakan permainan rima seperti pada larik ke-2 sampai larik terakhir menggunakan rima akhir a-a. Contoh:  bangsa dan Negara, jiwa dan raga, pelita bangsa, Berjaya, dan selama-lamanya.
5.      Puisi “Pak Guru”
Dalam puisi ini, mengandung isi yang sama seperti yang diatas. Yaitu wujud penghargaan dari seorang murid kepada Pak Guru yang telah berjasa kepada drinya. Pengarang memilih kata-kata penghargaan seperti contoh: engkau membuatku melihat dunia, karena engkau aku menjadi aku.
6.      Puisi “Semut”
Dalam puisi yang berjudul semut, pengarang memberikan rasa bangganya kepada semut yang memiliki sifat pekerja keras dan kebersamaan yang selalu terjalin diantara mereka.
Contoh: pada larik yang berbunyi Hitam merah tak pernah gerah, menjunjung makanan bersama-sama.
7.      Puisi “Ibu”
Dalam puisi ini, pengarang mencurahkan isi hatinya mengenai pentingnya atau jasa seorang ibu. Pengarang memberikan penghargaan kepada ibunya dalam bentuk kata-kata yang indah yakni puisi. Contoh: Oh Ibu kau segalanya bagiku, kau yang telah mendidik dan memesarkan aku,……., surge ada di telapak kaki ibu.
8.      Puisi “Sahabat Sejatiku”
Dalam puisi ini, pengarang mengungkapkan kedekatannya dengan sahabat yang sangat erat, sahabat adalah sosok yang selalu ada untuk dia. Contoh yang terdapat dalam puisi ini diantaranya terdapat pada kata-kata: aku sedih kau menghibur, kau bagai malaikat bagiku, satu pintaku untukmu, yaitu janji selalu erat.


9.      Puisi “Mata Saya”
Dalam puisi ini pengarang mengungkapkan rasa bangganya terhadap mata, rasa syukur karena dengan mata ia bisa melihat dunia. Contoh: saya melihat menggunakan mata. karena mata, saya bisa melihat.
10.  Puisi “Indonesia”
Dalam puisi ini pengarang menuangkan gagsannya yang bangga karena memiliki Negara yang kaya. Negara yang luas dan kaya akan budayanya. Contoh: Negara yang luas dengan budaya, Indonesia adalah Negara yang kaya,….
11.  Puisi “ Kupu-Kupu”
Dengan panca indra anak dapat melihat dan menuangkannya dalam bentuk tulisan yang disebut puisi karena mengalami pemadatan bahasa. Dalam puisi ini pengarang mengungkapkan rasa keindahan yang dilihatnya terhadap binatang yang bernama kupu-kupu. Contoh: alangkah elok warnamu. Alangkah indah semua melihatmu. Warna kupu-kupu yang indah.
12.  Puisi” Kupu-Kupuku”
Seperti halnya di atas, pengarang mengungkapkan keindahan yang dimiliki kupu-kupu. Contoh: kupu-kupu yang indah. Kau amat indah di hatiku.
13.  Puisi “Ayah Bunda Tersayang”
Dalam puisi ini, pengarang mengungkapkan jasa ayah bunda yang telah diterimanya selama ini. Contoh: tanpamu aku tiada disini. Dan tanpamu aku tidak ada di dunia ini.
14.  Puisi “ Nelayan”
Pengarang menyampaikan rasa bangganya kepada nelayan. Dengan keberaniannya nelayan menagrungi ombak yang ganas membuat pengarang takjub dan bangga atas jasa nelayan. Contoh: penuh keberanian. Ombak ganas diarungi.
15.  Puisi “Gaun Baru”
Pengarang mengekspresikan rasa senang dan rasa bangganya karena ia memiliki gaun baru yang dibuat sendiri oleh ibunya. Contoh: lihatlah kawan, gaun baruku. Berwarna dadu buatan ibu…………


16.  Puisi “Aku Ingin Terbang”
Dalam puisi ini pengarang menuangkan cita-cita atau angan-angan yang ada dalam pikirannya yaitu dia ingin terbang seperti burung dalam bentuk puisi. Hal tersebut dapat diketahui melalui larik-larik yang terdapat Dalam puisi tersebut seperti contoh: aku ingin pergi jauh. Berayun seperti burung kenari. Bebas dan merdeka.

Dari ke-16 puisi anak diatas dapat disimpulkan bahwa dalam pembuatan puisi anak lebih banyak menggunakan pilihan kata atau diksi yang sesuai dengan apa yang mereka lihat dan mereka rasakan, mereka menuliskan gagasan-gagasan dalam bentuk puisi sesuai dengan apa yang mereka lihat dan mereka rasakan. Dari apa yang mereka lihat dan mereka rasakan mereka dapat menuliskan tentang keindahan alam dan kebanggannya terhadap orang-orang yang berjasa di sekeliling mereka. Ungkapan rasa bangga terhadap apa yang telah mereka rasakan dan mereka lihat dengan panca indera yang dimiliki.


           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar