Rabu, 03 Desember 2014

Etnografi Pengantar Ilmu Budaya



SEDEKAH BUMI
Desa Menganti merupakan desa yang terletak di kecamatan Kedung kabupaten Jepara. Di desa Menganti sebagian besar masyarakatnya masih bersifat agraris, sebab di daerah menganti bagiaan barat merupakan daerah persawahan yang luas. Selain itu masyarakat Menganti memiliki usaha dibidang meubel yaitu pembuatan funiture-funiture yang terdapat disepanjang jalan-jalan di Menganti, baik pengusaha yang sudah maupun pengusaha yang kecil-kecilan sebab mayoritas masyarakat Menganti memang berkecimpung di dunia meubel. 


Masyarakat di desa Menganti sangat melestarikan kebudayaan yang dimiliki buktinya masyarakat tetap menjalankan tradisi turun temurun yaitu sedekah bumi yang dilakukan setiap tahunnya yang merupakan warisan leluhur. Narasumber sendiri adalah Drs. Solikhul Hadi yang merupakan petinggi atau kepala desa di desa Menganti kecamatan Kedung kabupaten Jepara. Beliau telah menjabat sebagai petinggi atau kepala desaa selama dua periode.
Sedekah bumi yaitu tradisi turun temurun untuk melakukan selamatan. Sedekah bumi juga dikatakan sebagai bentuk ritual untuk mendapatkan keselamatan bumi dan isinya. Sedekah bumi bertujuan untuk memohon berkah kepada Allah SWT. Tradisi warisan leluhur ini asal-usulnya belum diketahui secara pasti. Di desa Menganti Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara, bukan hanya penduduknya saja yang diselamati, tetapi juga tanaman pertanian. Hal ini dikarenakan sebagian besar masyarakat di desa tersebut bermata pencaharian sebagai petani. Supaya tumbuhan dapat tumbuh sesuai dengan yang diharapkan, hewan-hewan ternak sehat, dan usaha-usaha yang ada di daerah tersebut dapat berjalan dengan lancar maka masyarakat memohon keselamatan jasmani dan rohaninya.
Tradisi sedekah bumi ini dilakukan oleh semua lapisan masyarakat desa Menganti. Tradisi ini dilaksanakan dengan melakukan selamatan yang dipusatkan di balai desa dengan bentuk tahlilan. Acara dilanjutkan dengan pertunjukan wayang dan pengajian pada malam harinya. Dari serangkaian acara sedekah bumi tersebut, manfaatnya antara lain dapat menumbuhkan kerukunan, kekompakan, kebersamaan antar warga, dan merasa senasib sepenanggungan. Selain itu, tradisi ini juga berdampak pada kesejahteraan dan kemajuan desa serta terhindar dari segala macam marabahaya.
Pelaksanaan sedekah bumi antara dulu dan sekarang memiliki perbedaan. Zaman dahulu, sedekah bumi dilaksanakan secara sederhana dengan penuh khidmat. Masyarakat dulu juga menganggap bahwa sedekah bumi sebagai sesuatu hal yang sakral. Pertunjukannya pun hanya wayang. Seiring dengan perkembangan zaman pertunjukan wayang kulit kurang diminati oleh masyarakat. Oleh karena itu pelaksanaan tradisi sedekah bumi diselingi dengan hiburan-hiburan yang lain seperti musik dangdut. Namun hal ini tidak menghilangkan wayang kulit sebagai pertunjukan utama.
Secar spesifik tujuan dari tradisi sedekah bumi antara zaman dahulu dengan sekarang adalah sama. Hanya saja pola pengembangannya yang berbeda. Sekarang ini tradisi sedekah bumi agak kurang nilai kesakralannya. Walaupun masih tetap dilakukan oleh masyarakat di desa Menganti, sebab tradisi sedekah bumi memiliki tujuan yang baik bagi semuannya.
Kita mengambil sisi positif dari tradisi sedekah bumi. Yaitu kegiatan selamatan yang dilakukan masyarakat disuatu desa secara keseluruhan. Yang memiliki tujuan yang sama yaitu memohon berkah kepada Allah Swt. Hanya saja pola pelaksanaannya antara zaman dahulu dengan sekarang  yang berbeda.
Jadi dapat disimpulkan sedekah bumi merupakan tradisi turun temurun atau warisan leluhur untuk melakukan selamatan. Yang bertujuan memohon berkah kepada Allah Swt. Dengan melakukan bentuk ritual untuk mendapatkan keselamatan bumi dan isinya. Tradisi sedekah bumi antara zaman dahulu dengan sekarang berbeda.














Tidak ada komentar:

Posting Komentar