Desa
Menganti merupakan desa yang terletak di kecamatan Kedung kabupaten Jepara. Di
desa Menganti sebagian besar masyarakatnya masih bersifat agraris, sebab di
daerah menganti bagiaan barat merupakan daerah persawahan yang luas. Selain itu
masyarakat Menganti memiliki usaha dibidang meubel yaitu pembuatan
funiture-funiture yang terdapat disepanjang jalan-jalan di Menganti, baik
pengusaha yang sudah maupun pengusaha yang kecil-kecilan sebab mayoritas
masyarakat Menganti memang berkecimpung di dunia meubel.
Masyarakat di desa Menganti sangat melestarikan kebudayaan yang dimiliki
buktinya masyarakat tetap menjalankan tradisi turun temurun yaitu sedekah bumi
yang dilakukan setiap tahunnya yang merupakan warisan leluhur. Narasumber sendiri adalah Drs.
Solikhul Hadi yang merupakan petinggi atau kepala desa di desa Menganti
kecamatan Kedung kabupaten Jepara. Beliau telah menjabat sebagai petinggi atau
kepala desaa selama dua periode.
Sedekah
bumi yaitu tradisi turun temurun untuk melakukan selamatan. Sedekah bumi juga
dikatakan sebagai bentuk ritual untuk mendapatkan keselamatan bumi dan isinya.
Sedekah bumi bertujuan untuk memohon berkah kepada Allah SWT. Tradisi warisan
leluhur ini asal-usulnya belum diketahui secara pasti. Di desa Menganti Kecamatan
Kedung Kabupaten Jepara, bukan hanya penduduknya saja yang diselamati, tetapi
juga tanaman pertanian. Hal ini dikarenakan sebagian besar masyarakat di desa
tersebut bermata pencaharian sebagai petani. Supaya tumbuhan dapat tumbuh
sesuai dengan yang diharapkan, hewan-hewan ternak sehat, dan usaha-usaha yang
ada di daerah tersebut dapat berjalan dengan lancar maka masyarakat memohon
keselamatan jasmani dan rohaninya.
Tradisi
sedekah bumi ini dilakukan oleh semua lapisan masyarakat desa Menganti. Tradisi
ini dilaksanakan dengan melakukan selamatan yang dipusatkan di balai desa dengan
bentuk tahlilan. Acara dilanjutkan dengan pertunjukan wayang dan pengajian pada
malam harinya. Dari serangkaian acara sedekah bumi tersebut, manfaatnya antara
lain dapat menumbuhkan kerukunan, kekompakan, kebersamaan antar warga, dan
merasa senasib sepenanggungan. Selain itu, tradisi ini juga berdampak pada
kesejahteraan dan kemajuan desa serta terhindar dari segala macam marabahaya.
Pelaksanaan
sedekah bumi antara dulu dan sekarang memiliki perbedaan. Zaman dahulu, sedekah
bumi dilaksanakan secara sederhana dengan penuh khidmat. Masyarakat dulu juga
menganggap bahwa sedekah bumi sebagai sesuatu hal yang sakral. Pertunjukannya
pun hanya wayang. Seiring dengan perkembangan zaman pertunjukan wayang kulit
kurang diminati oleh masyarakat. Oleh karena itu pelaksanaan tradisi sedekah
bumi diselingi dengan hiburan-hiburan yang lain seperti musik dangdut. Namun
hal ini tidak menghilangkan wayang kulit sebagai pertunjukan utama.
Secar
spesifik tujuan dari tradisi sedekah bumi antara zaman dahulu dengan sekarang
adalah sama. Hanya saja pola pengembangannya yang berbeda. Sekarang ini tradisi
sedekah bumi agak kurang nilai kesakralannya. Walaupun masih tetap dilakukan
oleh masyarakat di desa Menganti, sebab tradisi sedekah bumi memiliki tujuan
yang baik bagi semuannya.
Kita
mengambil sisi positif dari tradisi sedekah bumi. Yaitu kegiatan selamatan yang
dilakukan masyarakat disuatu desa secara keseluruhan. Yang memiliki tujuan yang
sama yaitu memohon berkah kepada Allah Swt. Hanya saja pola pelaksanaannya
antara zaman dahulu dengan sekarang yang
berbeda.
Jadi
dapat disimpulkan sedekah bumi merupakan tradisi turun temurun atau warisan
leluhur untuk melakukan selamatan. Yang bertujuan memohon berkah kepada Allah
Swt. Dengan melakukan bentuk ritual untuk mendapatkan keselamatan bumi dan
isinya. Tradisi sedekah bumi antara zaman dahulu dengan sekarang berbeda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar